SFC UPDATE :
Seruyan Fishing Club

Peralatan Mancing

JORAN ( Rod )

Joran adalah perlengkapan utama yang mutlak dimiliki para mancing mania. Mancing ikan mengutamakan ketangkasan dan kecepatan.

Semua itu baru akan didapat bila joran yang dipilih mempunyai karakteristik fast taper yang hanya melengkung di sepertiga bagian ujung joran (tip action). 

Joran seperti ini bertipe medium/M (sedang), medium heavy/MH (sedang~berat) hingga heavy/H (berat). Panjang joran ideal sekitar 5′6″ ~ 6′ atau sekitar 168 ~ 180 cm, bila lokasi mancing yang sering di tuju jarak antara lapak dan pertengahannya lumayan jauh maka disarankan memilih joran yang panjangnya 180 cm untuk mendapatkan lontaran yang jauh ke tengah sungai secara akurat. 

Joran yang nyaman tentunya adalah yang berjenis spinning rod, yang mendudukan reel spinning di bagian bawah joran. Untuk bahan minimal yang terbuat dari serat karbon untuk peningkatan dapat dipilih joran yang terbuat dari bahan campuran carbon graphite dan polyamide fibre, atau sekalian yang berbahan boron atau kevlar. 

Spesifikasi daripada joran biasanya tertulis jelas di batang pangkal joran seperti ukuran joran di atas tadi ditambah mengenai line weight (kelas kenur) antara 6 ~ 15 lb hingga 10 ~ 20 lb dan lure weight ( berat umpan ) tipe M 1/4~3/4 oz, MH 1/4~1 oz dan H 3/8~1 1/2 oz. Kriteria penting lainnya yakni batang joran yang terdiri dari 1 batang (one piece) tanpa sambungan atau 2 batang (two pieces) satu sambungan, joran telescopic atau tipe antena tidak disarankan. 

Untuk jumlah marit (guides) atau jalur kenur pilih yang mempunyai minimal 5 marit agar beban terbagi rata semakin ringan pada batang joran atau sekalian memilih joran seri Interline dari Daiwa & seri Innerline dari Shimano, yang jalur kenurnya ada pada rongga batang joran sehingga pembagian beban dapat sempurna merata, kenur tidak mudah kusut dan tak cepat aus karena pergesekan kenur dengan jalurnya telah dapat diminimalkan. 

Contoh joran seperti ini misalnya saja yaitu Daiwa® Procaster® Z Interline™ Rods. Sedangkan yang telah terbukti ketangguhannya yaitu Shimano Speed Master, sayang tak beredar lagi di pasaran, joran two pieces yang berciri gemuk di pangkalnya dan semua maritnya ada di bagian batang joran atasnya. Merek lain seperti ini yang dapat di temui yaitu Golden Fish tipe bantam atau Conato Black Moon. 

Yang berjenis konvesional yang tangguh dapat dipilih dari beberapa merek terkenal seperti Berkley IM7, Fenwick Iron Claw, Daiwa, Shimano, All Star, G-Loomis dan lainnya, pilihlah yang dianggap ideal dan sesuai kemampuan karena pilihan sepenuhnya pada keputusan pemancing itu sendiri. Sebagai bahan referensi dapat dilihat di Bass Pro Shop - Spinning Rods.

PENGGULUNG ( Reel ) 

Penggulung yang nyaman digunakan untuk mancing ikan Sanggang,Tengadak dan kelabau adalah spinning reel, yang gulungan kenur atau spulnya terletak terbuka di depan. Cocok dipadukan dengan joran spining. 


Pilih ril dengan kwalitas terbaik agar awet dan tangguh dalam pemakaiannya. Yang jadi bahan pertimbangan dalam memilih ril penggulung adalah bahannya yang terbuat graphite yang kuat tapi ringan, jumlah bantalan roda (ball bearing) minimal 3 buah, rasio gigi (gear ratio ) minimal 4:1 dan rem spul (drag) yang elemennya baik. 

Untuk pemilhan letak drag, sebaiknya yang terletak di depan (front drag). Peralatan. Ril penggulung sangat berperan penting dalam mancing, oleh sebab itu harap selektif dalam memilih mana yang cocok dan sesuai. 

Contoh ril yang tangguh yaitu Daiwa Tournament SS 700, ril front drag ini memiliki 3 ball bearing dengan gear ratio 4,9:1. Selanjutnya yaitu Shimano Stella, ril ini terhitung mahal karena memiliki 13 ball bearing ditambah 1 roller bearing yang membuat ril ini dapat menggulung dengan mulus karena pergesekan mekanismenya dinetralisir bantalan roda menjadi kecil sekali.

Perangkat mancing yang mahal bukanlah bertujuan menaikkan gengsi pemancing melainkan dipandang dari faktor kwalitas dan sangat fungsional. Merek dan tipe lainnya yang juga baik dan cukup ekonomis seperti Shimano seri Ultegra, Biomaster, Twin Power, Symetre & Stradic, Daiwa tipe Emblem, Regal, Golden Fish Hyperspin, Wonder, Mitchell dan lainnya.

KENUR ( Line )

Karena galatama menggunakan rangkaian glosor maka sebaiknya kenur dipilih yang berwarna flourecent (neon) agar mata tetap nyaman memandangi kenur. Warna oranye atau hijau neon yang paling banyak di pakai. 


Ukuran diameter kenur antara 0,22~0,28 mm, semakin kecil ukurannya semakin baik kepekaannya namun sangat riskan jika harus membetot ikan yang terpancing. Jadi idealnya boleh digunakan yang ukuran 0,28 mm karena cukup aman. 

Periksa selalu kondisi kenur sebelum berangkat mancing akan kemungkinan kenur tersebut telah aus akibat gesekan atau karena seringnya mendaratkan ikan. Sebaiknya hindari menggunakan kenur bekas yang dibalik karena kenur di bagian bawah penggulung terkadang menjadi keriting, kecuali memang keadaannya darurat karena persediaan habis, harga kenur semakin mahal dan lain sebagainya. 

Belilah dari merek yang sudah terkenal saja yang terjamin mutunya, beberepa merek diantaranya Berkley, Fenwyck, Maxima, Platypus, Siglon dan lain-lain. Saat ini telah banyak beredar kenur super (braided, multifilament) yang diameter nya sangat kecil pada kekuatan yang besar dibanding monofilament atau kenur yang biasa. 

Tapi perlu diingat bahwa penggunaannya harap disesuaikan juga pada penggulung dan joran yang disebut super pula, bila tidak maka perangkat joran atau ril itu akan berkurang umur pakainya. Sebagai contoh joran biasa dipadu kenur super, maka joran yang biasanya lengkungannya keras akan menjadi lentur karena tak mampu mengimbangi kenur.

KELAS PERALATAN MANCING

Biasanya untuk ikan dibawah 5 kg. mancing dasar di air tawar. untuk joran biasanya bahan fiber,karbon,grafit. model teleskop atau 1 dan 2 pcs. nah sekarang ente punya duit brapa..? 100 rb. pilih pioner atau exory bahan karbon Panjang 165cm. kalo lebih pake Maguro atau Daiwa yg harganya 300 ribuan untuk line biasanya ukuran. 0.2mm/8lbs sampe 0.5mm/20lbs.

Untuk line saya biasanya pioner tenkara 0.25mm.(11rb/500m) kalau ikan agak besar pake Trilene ukuran (35rb/150m). kalo Reel usahakan minimal 3 Bearing (ndak cepet ambrol ) saya pake Pioner apachi (100rb). sama shimano stradic f2000 (harga sekitar 400ribuan)

Umpan Mancing

Umpan dapat dibagi dalam 2 kategori besar, yaitu umpan alami dan umpan tiruan.Umpan alami (bait) adalah umpan yang sama atau secara kimiawi mirip dengan makanan ikan tersebut di habitat aslinya. 

Umpan alami dapat berupa cacing, udang,ikan, cumi, pelet, umpan esence dan sebagainya. Umpan tiruan (lure) adalah umpan khusus untuk ikan-ikan predator baik air tawar maupun air laut yang dibuat sedemikian rupa sehingga bentuk dan gerakannya menyerupai makanan alami ikan tersebut di habitat aslinya. 

Beberapa tipe umpan tiruan meliputi : minnow, popper, metal jig, konahead, spoon, crankbait, stckbait, spinner, jig head, soft plastic lure, sabiki (kotrekan), feather jig,dll.BAHAN UMPAN

Umpan memang dapat dibeli di tempat mancing seperti pelet dan sebagainya. Namun untuk aroma pewangi (essence) sebaiknya beli di supermarket, pasar atau di toko pancing, agar koleksi aroma menjadi lengkap. 


Aroma pewangi boleh berupa pasta atau cair, hanya saja yang pasta biasanya akan merubah warna umpan namun terkadang merubah warna umpan diperlukan. Sedang yang cair aromanya lebih kuat dan tahan lama di botolnya serta tak merubah warna umpan. 

Beberapa aroma pewangi yang diperlukan untuk koleksi kotak pancing diantaranya yaitu yang pasta, mereknya boleh apa saja dengan aroma vanili, pandan, kopi moka, nangka, durian dan kelapa santan. 

Sedang untuk yang cair, yang bagus diproduksi Diva dengan aroma seperti tutty frutty (sari buah), banana (pisang), pineapple (nanas), coffenoire (kopi), coconut (kelapa), strawberry dan sari laut (aroma ikan laut). 

Aroma lain yang terkadang diperlukan yaitu ekstrak udang merek choya. Lengkapi hingga apapun yang diperlukan tersedia. Berkreasi dan bereksperimenlah dengan kombinasi beberapa aroma, siapa tahu mendapat ramuan umpan yang pas dan jitu, selamat mencoba!

Fish Finder


Pengertian Fishfinder

Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser.

Fish finder ialah perangkat elektronik yang bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dan menangkap kembali pantulannya. Perangkat fish finder yang digunakan untuk memancarkan gelombang dan menangkap gelombang kembali disebut dengan nama tranduser.

Proses gelombang pantulan yang berulang-ulang itu ditangkap tranduser kemudian diterjemahkan dalam monitor dalam bentuk titik-titik sehingga menimbulkan gambar topografi dasar perairan.

Dari hasil pembacaan gambar topografi itulah akhirnya kita bisa membedakan kekerasan dari topografi struktur dasar perairan. Biasanya bila keadaan dasar perairan benda yang keras maka warna di monitor gambarnya lebih pekat. Sebaliknya jika topografi lembek maka gambar di monitor pun tidak pekat.

Jadi bila topograf dasar perairan keras bisa diasumsikan bahwa dasar berupa karang. Demikian juga bila dimonitor fish finder gambarnya tidak pekat warnanya maka sering kita terjemahkan dengan lumpur. Selain itu rata tidaknya topografi dasar perairan bisa di ketahui melalui fish finder. Untuk mengetahui itu semua merupakan penyimpulan titik hasil pembacaan fish finder.
Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang tinggi. Artinya si pemakai fish finder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fish finder.

Selain topografi dasar perairan, gelombang suara yang dipancarkan oleh transduser terkadang mengenai benda-benda yang melayang dalam air, karena benda tersebut juga memantulkan gelombang. Benda yang melayang itu pun bisa terbaca dalam monitor fish finder.
Benda yang melayang itu bisa saja kumpulan ikan, sampah atau rumput laut. Namun bila di karang-karang atau struktur topografi perairan yang keras biasanya benda yang melayang itu adalah gerombolanikan.

Ikan Jelawat

Ikan Jelawat Disebut juga (Leptobarbus hoevenIi) adalah salah satu jenis ikan air tawar lokal yang digemari oleh masyarakat seperti di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan,dan bahkan di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei (Puslitbang Perikanan, 1992).

Ikan tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan menjadi target penangkapan yang potensial. Di Jambi selain sebagai ikan konsumsi benih ikan jelawat ditangkap sebagai komoditas ikan hias ekspor. 

Biologi Ikan Jelawat

Ikan jelawat memiliki bentuk tubuh agak bulat dan memanjang, dan merupakan ciri bagi ikan yang termasuk perenang cepat. Kepala bagian sebelah atas agak mendatar, mulut berukuran sedang, garis literal tidak terputus, bagian punggung berwarna perak kehijauan dan bagian perut putih keperakan.

Pada sirip dada dan perut terdapat warna merah, gurat sisi melengkung agak kebawah dan berakhir pada bagian ekor bawah yang berwarna kemerah‐merahan, serta mempunyai 2 pasang sungut. Panjang maksimum (SL) ikan ini dapat mencapai 100 cm dengan berat 10 kg. Informasi mengenai reproduksi ikan jelawat matang gonad berukuran bobot tubuhnya antara 1,4 – 2,9 kg untuk ikan betina, dan 1 – 2,6 kg untuk ikan jantan, dengan fekunditas rata-ratanya adalah sebanyak 140.438 butir .

Sedangkan pada perairan alami bobot ikan jelawat yang memijah di perairan Muara Tebo, Jambi berkisar antara 3,7 – 5 kg, dengan ukuran panjang 46 – 58 cm. Di Sungai Tembeling, Malaysia bobot rata-rata ikan jelawat yang memijah adalah 2,5 kg. 

Distribusi dan Habitat Ikan Jelawat 

Ikan Jelawat merupakan jenis ikan air tawar yang banyak terdapat di perairan umum di Kalimantan dan Sumatera serta kawasan Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Vietnam, Thailand dan Kamboja.

Ikan jelawat merupakan ikan-ikan asli yang telah dikenal di perairan pedalaman Indonesia. Ikan tersebut banyak ditemui di sungai, anak sungai, dan daerah genangan kawasan hulu hingga hilir, bahkan di muara-muara sungai yang berlubuk dan berhutan di pinggirnya.

Perairan tawar sebagai habitat ikan jelawat memerlukan kondisi fisika dan kimia air yang optimal. Ikan jelawat biasanya hidup di perairan yang bersuhu 25-37o C, oksigen terlarut 4-9 mg/l (Pantulu, 1976) dan pH air 6,3 – 7,5. Namun demikian, untuk hidup normal dan tumbuh baik, ikan ini memerlukan suhu 26 – 28,5o C dan oksigen terlarut 5 – 7 ppm, dan pH air 7,0 – 7,5.(dari berbagai sumber)
 
Copyright © 2009. SERUYAN FISHING CLUB - All Rights Reserved - Proudly powered by Blogger